Pendahuluan
Banyaknya mahasiswa yang memiliki
uang jajan pas-pasan/ hanya cukup untuk kebutuhan kuliah. Padahal biasanya para
mahasiswa ingin memiliki uang jajan lebih untuk membeli banyak sesuatu. Hal ini
menyebabkan banyak mahasiswa yang melakukan bisnis kecil-kecilan untuk mendapat
penghasilan tambahan.
Dari hal tersebut berdagang/ menjual
jasa kecil-kecilan merupakan alternatif bisnis untuk para mahasiswa yang cukup
cocok dan sudah banyak dilakoni oleh banyak mahasiswa. Namun pertanyaannya
adalah jualan apa kira-kira yang cocok untuk mahasiswa? Ya, tak pelu risau dana
bingung cari info sana-sini mengenai barang atau komoditas apa yang muda untuk
dijual namun juga cukup menguntungkan.
dari tulisan ini akan dijelaskan
beberapa bisnis kecil-kecilan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Apalagi bisnis
jersey sepakbola yang mulai digemari oleh masyarakat sekitar.
ISI
preneur, salah satu produk untuk
bisnis yang paling populer di kalangan anak muda adalah jersey bola.
Mohammad Bondan Bagus Soepadminto (21), atau yang akrab disapa Bondan, melihat
peluang produk ini sejak tahun 2010. Bondan memberikan nama “Jersey Bola Murah”
untuk label bisnis online-nya. Mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia ini bisa mendapatkan 45 juta hingga 75 juta
rupiah selama tiga hingga empat minggu dari penjualan jersey-nya.
Berikut wawancara yang dilakukan oleh Tim Netpreneur dengan Bondan.
Mohammad Bondan (21), pemilik bisnis
online “Jersey Bola Murah”
Netpreneur (N): Halo, Bondan. Produk
apa saja sih yang Anda jual di “Jersey Bola Murah”?
Bondan (B): Halo. Produknya sendiri
ada banyak. Ada jersey, baik itu baju atau celananya. Terus, mulai bulan
ini (Februari 2013), kita jual asesoris juga. Asesoris itu seperti syal, terus
tempat minum. Lalu, ada action figure pemain-pemain bola. Banyak sih.
N: Berapa harga jersey yang
Bondan tawarkan?
B: Kalau khusus jersey-nya
saja itu sekitar 150 ribu. Kalau asesoris harganya beragam, mulai dari 30 ribu
juga ada.
N: Pernah kirim jersey ke
wilayah mana saja?
B: Kota-kota besar seluruh Indonesia
ada sih. Pernah kirim ke Timika sama Jayapura. Hampir semua kota-kota
besar pernah. Terus, pernah juga kirim ke luar (negeri) juga. Kayak ke
Malaysia. Ke Inggris pernah juga sih tapi itu karena ada teman saya yang
tinggal di sana terus pesan jersey di saya.
N: Apa yang membuat Bondan memiliki
ide untuk menjual kaus-kaus bola seperti ini?
B: Ini sudah tahun ketiga. Jadi,
awalnya itu mungkin sekitar tahun 2010. Kepikirannya itu, pertama, saya
sendiri suka dunia sepak bola. Selain itu, waktu saya SMA, pernah menjual kaus-kaus
sendiri. Seperti clothing line-clothing line sendiri. Merek sendiri.
Tapi itu iseng-iseng saja waktu SMA. Lalu, pas saya kuliah, memang tiba-tiba
terpikirkan, kenapa tidak mencoba untuk menyatukan antara hobi main bola dengan
iseng-iseng waktu SMA itu. Dari situ yang bisa disamain ya di baju
bolanya. Apalagi waktu tahun 2010 itu lagi zamannya World Cup. Jadi, dicoba
saja.
N: Kaus jersey yang Bondan
jual ini buatan sendiri atau ambil dari suatu tempat?
B: Ini saya ambil dari Thailand.
Jadi, dulu waktu SMP atau SMA gitu sempat liburan sama keluarga di sana.
Lalu, sama kayak liburan biasa, ya kita belanja-belanja. Tapi, waktu itu tidak
langsung terpikir untuk menjual jersey-jersey itu. Baru kepikirannnya
itu entah mengapa pas tahun 2010.
N: Bagaimana cara Bondan memasarkan
produk jersey ini sejak pertama kali penjualan?
B: Pertama kali banget itu
lewat Kaskus. Selain itu, saya promosikan juga lewat mulut ke mulut. Saya kasih
tahu teman-teman SD, SMP, sama SMA juga. Terus, saya promosikan juga lewat akun
Facebook dan Twitter pribadi.
N: Jadi, awalnya belum membuat akun
khusus jersey seperti sekarang ini, ya?
B: Betul. Awalnya memang belum lewat
Facebook dan Twitter bikin khusus sendiri. Yang khusus ya cuma lewat Kaskus
itu. Setelah itu, selama satu tahun atau hampir dua tahun belakangan ini baru social
media mulai banyak digunakan sama orang-orang. Akhirnya, saya buat juga
akun khusus jualannya di Facebook dan Twitter. Nah, makin kesini memang banyak customer
yang lebih banyak tahu tentang jersey yang saya jual dari Facebook
dan Twitter.
N: Lalu, bagaimana caranya sih
supaya customer tetap loyal dengan bisnis online Bondan ini?
B: Hmm, banyak sih. Mungkin
dari sisi produk sama service-nya sendiri kita harus berusaha memberikan
yang paling baik lah dari saya dan tim saya. Lalu, apa ya, kadang-kadang juga
suka ngasih suvenir-suvenir untuk mereka, apalagi yang sudah jadi
langganan. Suvenirnya itu dari Thailand. Terus, kadang-kadang juga kita coba
bikin kuis di Twitter. Kuisnya memang belum punya timeline yang pasti,
tapi dalam satu bulan pasti ada kuis.
N: Oh ya, followers
Twitter-nya “Jersey Bola Murah” kan sudah mencapai angka 10.616 akun.
Apa saja yang Bondan lakukan supaya banyak followers seperti itu?
B: Saya pernah sih sharing-sharing
sama ahli social media dan marketing. Kalau di social media,
saya dapat banyak pelajaran. Di sana kita tidak bisa, istilahnya, seperti
jualan terus menerus. Ya, bisa dibilang saya itu membagi antara hard selling
dan soft selling. Makin ke sini itu, trend-nya makin besar yang soft
selling dibanding hard selling-nya. Contohnya, kalau di Twitter JBM
(Jersey Bola Murah), hard selling itu kayak “Ayo beli jersey di sini!”.
Tapi, kalau soft selling itu kita memberikan informasi-informasi yang
bermanfaat untuk customer kita.
Kadang juga, yang namanya Twitter ‘kan
social media, nah, saya suka ngebalikin ke diri saya sendiri. Kalau
saya mem-follow sebuah akun Twitter, tentu yang diharapkan adalah adanya
informasi. Gitu. Jadi saya coba menawarkan juga ke klien kalau kita menjual
produk yang bagus dan juga memberikan informasi. Jadi seimbang.
N: Ada kabar kalau Bondan ini punya store
atau toko di daerah Pejaten? Apa dari penjualan online saja tidak cukup?
B: Bukan. Di sana hanya menitipkan
jualan saja. InsyaAllah, bulan ini buka lagi store di Bekasi.
Memang, sekarang-sekang ini yang namanya internet itu lagi booming.
Tapi, masih ada saja orang-orang yang anti beli lewat online. Mereka
harus lihat barangnya, cek ini cek itu. Maksudnya kita membuat store itu
ya kita juga ingin menangkap pasar di orang-orang itu. Selain itu, kalau kita
punya toko, customer juga semakin percaya. Setidaknya ada tempat yang
ril yang bisa mereka datangi ketika terjadi apa-apa atau terjadi penipuan atau
semacamnya. Jadi, saling support lah toko online sama toko offline
ini.
N: Oh begitu. Oh ya, Bondan ini ‘kan
masih kuliah semester delapan ya di UI? Bagaimana cara mengatur waktunya antara
bisnis dan kuliah?
B: Kalau sekarang kebetulan sudah
tinggal satu mata kuliah. Jadi lebih mudah membagi waktunya. Jadi, pagi-pagi
urusan tentang jersey, lalu kuliah siang, terus sore atau malamnya ngurusin
jersey lagi. Tapi, waktu awal-awal semester pas masih padat kuliahnya, jersey
saya urus malam-malam saat sampai rumah setelah kuliah.
N: Menurut Bondan, apa saja yang
harus disiapkan seorang calon Netpreneur untuk memulai bisnis online-nya?
B: Modal internet paling utama. Ya,
lalu, ketika sudah siap hardware-nya seperti komputer, modem, koneksi
internet, kita harus tahu siapa saja yang akan dijadikan target market-nya.
Yang mau diincar tuh siapa saja. Ya, bisa dibilang, kita punya pemahaman matang
tentang pasar dan tentang produk atau jasa yang akan dijual. Gitu sih.
N: Terakhir nih, kalau
dianalogikan, hubungan Bondan dan jersey tuh seperti apa?
B: Wah? Analogi ya? Apa ya. Hmmm,
saya dan jersey itu saling melengkapi. Karena saya sudah banyak dibantu
sama jersey. Dan, jersey pun sudah banyak dibantu sama saya—saya jualin
‘kan. Gitu sih.
N: Baiklah. Terima kasih banyak
Bondan atas waktu yang sudah diluangkan.
Penutup
Memilih berdangang/ menjual jasa
kecil-kecilan memang lebih menjanjikan untuk para mahasiswa. Usaha menjual
pulsa, dan reseler adalah salah satu bisnis yang menguntungkan atau pada
kuliner juga bisa memuaskan konsumen. Pada bisnis kuliner rasa yang enak dan
murah akan lebih disukai sehingga dapat diterima konsumen dikalangan mahasiswa
juga. Contoh untuk keripik singkong bahan bakunya pun murah dan mudah didapat.
Daftar pustaka
http://www.kumahaanjeun.com/2013/09/serunya-bisnis-online-jersey-bola.html
