I.PENDAHULUAN
Kita
pernah mendengar berita tentang suatu perusahaan dengan produknya berhasil menguasai pasar dan mampu mengeruk
keuntungan yang besar dari hasil penjualan produknya. Atau suatu perusahaan yang
meluncurkan suatu produk baru, produk tersebut berhasil menembus pasar dengan
cara diversifikasi, diferensiasi, atau pengembangan produk yang ada, dan
kemudian melakukan aliansi usaha dengan perusahaan lainnya. Bahkan mampu
memasarkan produknya di luar negeri.
Pengetahuan mengenai ekonomi perusahaan, khususnya yang menyangkut
kondisi-kondisi perusahaan di Indonesia masih perlu dikembangkan. Masyarakat memerlukan kehadiran bisnis untuk
menyediakan barang dan jasa, juga sebagai tempat untuk mencari pekerjaan.
Melalui bisnis, masyarakat bisa mengikuti kegiatan ekonomi demi pembangunan
Nasional dan mengurangi tingkat pengangguran. Bentuk system perekonomian yang
sesuai untuk suatu Negara adalah tergantung beberapa factor seperti budaya dan
juga sumberdaya yang tersedia di Negara tersebut. Seperti misalnya Kapitalisme,
adalah hanya sesuai untuk Negara yang ingin menggunakan system perekonomian di
mana seseorang bebas untuk memilih dan mengatur bisnisnya masing-masing secara
individual, ingin mengembangkan kreasi dan inisiatif dalam mengambil keputusan
bisnisnya tanpa campur tangan pihak lain. Di Indonesia, dengan sistem ekonomi
liberalnya. Membebaskan semua masyarakat untuk ikut serta dalam melakukan
bisnis demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam suatu bisnis terdapat factor utama yang
menjalankan bisnis (pelaku bisnis) tersebut, yaitu manusia sebagai pemilik,
manajer, pekerja dan konsumen. Masyarakat memerlukan kehadiran bisnis di
samping untuk menyediakan barang dan jasa, juga sebagai tempat untuk mencari
pekerjaan. Pemilik atau pelaku bisnis adalah orang yang menginvestasikan uang
dalam suatu kegiatan bisnis dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dari uang
atau modal yang ditanamkan tersebut. Pada saat mengambil keputusan penting,
seringkali manajer professional meminta pertimbangan kepada pemilik perusahaan
ini. Manajer yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja, bertanggung
jawab atas pencapaian keuntungan perusahaan, pertumbuhan perusahaan serta
pertangung jawab sosial. Manajer ini dapat dijalankan sekaligus oleh pemilik
perusahaan atau seorang manajer professional bertanggung jawab kepada pemilik
perusahaan . Disisi lain, tenaga kerja merupakan factor penting dalam bisnis.
Tenaga kerja adalah individu yang menawarkan keterampilan dan kemampuan untuk
memproduksi barang atau jasa agar perusahaan dapat meraih keuntungan dan untuk
itu indiividu tersebut akan memperoleh upah/gaji sesuai dengan keterampilan
yang dimilikinya. Dan konsumen adalah individu atau bisnis yang membeliproduk atau
jasayang dihasilkansuatu perusahaan untuk pemakain pribadi. Dalam melakukan
pembelian produk/jasa tersebut konsumen mempunyai aneka ragam keinginan dan
kebutuhan yang berbeda. Untuk itu, bisnis harus dapat menentukan apa yang
diinginkan konsumen, agar dalam jangka panjang secara berkesinambungan konsumen
setia membeli produk/jasa tersebut.
II. ISI
Tips Usaha, Jualan
Kue dan Cookies ~
Industri kuliner adalah salah satu industri yang tahan krisis, karena akan selalu ada pembeli selama manusia membutuhkan makan. Salah satu bisnis makanan yang diminati adalah bisnis kue. Selain mudah dipelajari, bisnis Kue juga tidak membutuhkan banyak modal sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja asal ada kemauan. Waktu pemasaran juga sangat fleksibel sehingga pekerjaan utama kita tetap bisa dilakukan.
Menurut Dion Dewa Barata, SE, MsM, dosen pemasaran Universitas Pelita Harapan Business School Karawaci, bisnis ini masih sangat menjanjikan karena sifatnya yang emosional. Maksudnya konsumen tidak membeli kue kering dan cupcake hanya karena rasanya saja, namun juga karena adanya perasaan emosional seperti berkaitan dengan hari ulang tahun, hari kasih sayang, promosi pekerjaan, atau saat-saat spesial lainnya.
"Hal lain yang juga menguntungkan dalam melakukan bisnis Kue kering dan cupcake adalah munculnya tren dalam industri kuliner dimana "produk-produk besar" seperti kue tart mulai digantikan oleh "produk-produk kecil" seperti kue kering dan cupcake yang lebih spesial dan personal. Dengan munculnya tren baru ini, permintaan konsumen untuk kue kering dan cupcake pun cenderung meningkat sehingga jika Anda tertarik mencoba bergelut di bidang ini, sekarang adalah saat yang tepat," ujar Dion.
Sebelum berbisnis kuliner, ada empat hal yang harus diperhatikan. Yaitu :
1. Daur hidup produk (life cycle).
Kue kering, cupcake, maupun makanan lainnya tentu memiliki kadaluarsa. Sangat penting untuk mengetahui batas kadaluarsa makanan yang akan Anda jual. Sangat penting pula Anda mencantumkan tanggal kadaluarsa karena selain untuk alasan kesehatan, pencantuman tanggal kadaluarsa juga berguna untuk menunjukan itikad baik Anda sebagai pengusaha untuk melindungi konsumen, yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
2. Jenis produk makanan yang akan Anda jual.
Konsumen akan senang apabila mereka dapat memilih makanan yang akan mereka beli, karena itu sudah kewajiban Anda untuk menyediakan beragam jenis makanan. Nah, masalahnya jenis apa saja yang harus disediakan? Ada dua cara yang mudah untuk mengetahuinya. Pertama adalah melihat tren makanan yang saat ini sedang marak di pasar dan Anda tinggal mengikutinya. Cara kedua yaitu bertanya langsung ke konsumen. Lakukan survey kecil-kecilan pada teman-teman atau calon konsumen Anda untuk mengetahui makanan jenis apa yang mereka inginkan dan Anda tinggal mengikuti jenis makanan yang paling banyak disebutkan dalam survey tersebut. Mudah bukan?
3. Penampilan, baik makanan maupun kemasannya.
Konsumen seringkali menilai berkualitas atau tidaknya suatu makanan dari penampilannya. Nah, apabila Anda ingin berbisnis cookies dan cupcake, penampilan produk Anda harus menarik sehingga konsumen pun yakin dengan kualitasnya.
4. Rasa.
Penampilan menarik tanpa didukung rasa yang nikmat tentu akan mengurangi nilai jual suatu makanan. Untuk itu lakukanlah percobaan-percobaan kecil untuk mencari "komposisi" yang pas sebagai ciri khas produk Anda. Selain akan mendapatkan masukan yang sangat bernilai berkaitan dengan rasa, Anda pun akan mendapatkan promosi gratis apabila mereka puas dan menceritakan produk Anda pada orang lain.
Industri kuliner adalah salah satu industri yang tahan krisis, karena akan selalu ada pembeli selama manusia membutuhkan makan. Salah satu bisnis makanan yang diminati adalah bisnis kue. Selain mudah dipelajari, bisnis Kue juga tidak membutuhkan banyak modal sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja asal ada kemauan. Waktu pemasaran juga sangat fleksibel sehingga pekerjaan utama kita tetap bisa dilakukan.
Menurut Dion Dewa Barata, SE, MsM, dosen pemasaran Universitas Pelita Harapan Business School Karawaci, bisnis ini masih sangat menjanjikan karena sifatnya yang emosional. Maksudnya konsumen tidak membeli kue kering dan cupcake hanya karena rasanya saja, namun juga karena adanya perasaan emosional seperti berkaitan dengan hari ulang tahun, hari kasih sayang, promosi pekerjaan, atau saat-saat spesial lainnya.
"Hal lain yang juga menguntungkan dalam melakukan bisnis Kue kering dan cupcake adalah munculnya tren dalam industri kuliner dimana "produk-produk besar" seperti kue tart mulai digantikan oleh "produk-produk kecil" seperti kue kering dan cupcake yang lebih spesial dan personal. Dengan munculnya tren baru ini, permintaan konsumen untuk kue kering dan cupcake pun cenderung meningkat sehingga jika Anda tertarik mencoba bergelut di bidang ini, sekarang adalah saat yang tepat," ujar Dion.
Sebelum berbisnis kuliner, ada empat hal yang harus diperhatikan. Yaitu :
1. Daur hidup produk (life cycle).
Kue kering, cupcake, maupun makanan lainnya tentu memiliki kadaluarsa. Sangat penting untuk mengetahui batas kadaluarsa makanan yang akan Anda jual. Sangat penting pula Anda mencantumkan tanggal kadaluarsa karena selain untuk alasan kesehatan, pencantuman tanggal kadaluarsa juga berguna untuk menunjukan itikad baik Anda sebagai pengusaha untuk melindungi konsumen, yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
2. Jenis produk makanan yang akan Anda jual.
Konsumen akan senang apabila mereka dapat memilih makanan yang akan mereka beli, karena itu sudah kewajiban Anda untuk menyediakan beragam jenis makanan. Nah, masalahnya jenis apa saja yang harus disediakan? Ada dua cara yang mudah untuk mengetahuinya. Pertama adalah melihat tren makanan yang saat ini sedang marak di pasar dan Anda tinggal mengikutinya. Cara kedua yaitu bertanya langsung ke konsumen. Lakukan survey kecil-kecilan pada teman-teman atau calon konsumen Anda untuk mengetahui makanan jenis apa yang mereka inginkan dan Anda tinggal mengikuti jenis makanan yang paling banyak disebutkan dalam survey tersebut. Mudah bukan?
3. Penampilan, baik makanan maupun kemasannya.
Konsumen seringkali menilai berkualitas atau tidaknya suatu makanan dari penampilannya. Nah, apabila Anda ingin berbisnis cookies dan cupcake, penampilan produk Anda harus menarik sehingga konsumen pun yakin dengan kualitasnya.
4. Rasa.
Penampilan menarik tanpa didukung rasa yang nikmat tentu akan mengurangi nilai jual suatu makanan. Untuk itu lakukanlah percobaan-percobaan kecil untuk mencari "komposisi" yang pas sebagai ciri khas produk Anda. Selain akan mendapatkan masukan yang sangat bernilai berkaitan dengan rasa, Anda pun akan mendapatkan promosi gratis apabila mereka puas dan menceritakan produk Anda pada orang lain.
III.DAFTAR PUSTAKA
Buku Resep Kue Kering

Tidak ada komentar:
Posting Komentar